"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" (QS. Al-Hujuraat [49] : ayat 13)

Jumat, 07 September 2012

'Kunjungan Hillary Clinton Bukan Membawa Kedamaian'

Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan menilai kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Hillary Clinton ke Indonesia adalah usaha AS menancapkan kepentingan Negeri Paman Sam di Tanah Air. Kunjungan Hillary perlu dicermati sebagai upaya global AS untuk menancapkan pengaruh politik maupun ekonominya di Asia Pasifik.


Sehingga, Syahganda menilai kunjungan Hillary akan membawa risiko atas keberlangsungan harmoni sesama anggota ASEAN. Selain itu, kunjungan tersebut menyisakan dilema masa depan posisi Indonesia yang berpengaruh di ASEAN.


"Adanya konflik di Laut Cina Selatan yang melibatkan Cina dengan negara-negara ASEAN khususnya Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, dan Malaysia, jelas dipandang menganggu kenyamanan agenda luar negeri AS, yang secara sungguh-sungguh dan spektakuler kini berorientasi ke lingkungan Asia Pasifik," katanya di Jakarta, Senin (3/9).

Menurut mantan Direktur Eksekutif Cides (Center for Information and Development Studies) itu, respon persahabatan penuh dari Indonesia sangat diperlukan AS sebelum mendapatkan dukungan serupa dari negara-negara lain di ASEAN. Seluruh negara ASEAN diharapkan mendukung agenda keterlibatan AS dalam penyelesaian konflik Laut Cina Selatan yang memengaruhi stabilitas tataran Asia Pasifik itu.

"Jadi, kunjungan Hillary ke Indonesia bukan membawa kedamaian, justru sebaliknya menawarkan risiko dan persoalan terhadap Indonesia dan ASEAN," katanya mengakhiri.

(republika.co.id)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar