"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" (QS. Al-Hujuraat [49] : ayat 13)

Senin, 03 September 2012

KTT NON-BLOK: Diakhiri Dengan Dokumen Perdamaian & Solidaritas Palestina



KTT Gerakan Non-Blok ke-16 ditutup di ibu kota Iran Teheran pada Jumat setelah menyetujui dokumen-dokumen yang memberikan tekanan pada perdamaian.


Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad, ketua bergilir temu puncak, membacakan bagian akhir dari dokumen pada upacara penutupan acara tersebut, dan mengatakan bahwa para peserta dengan suara bulat menyatakan komitmen mereka pada prinsip-prinsip dan tujuan GNB.


Para peserta menyerukan "perubahan mendasar" dalam pemerintahan global dan manajemen kolektif dunia sebagai prasyarat membangun perdamaian, dan mereka semua menyatakan seruan untuk menghindari konflik di dunia, kata Ahmadinejad.

"Kami sepakat untuk menjamin hak asasi manusia dan martabat manusia untuk mengembangkan cinta, kasih sayang dan kejujuran," katanya, dan menambahkan bahwa "Kami bisa mengatasi tantangan global berdasarkan persahabatan." Dia mengatakan bahwa, dengan menyetujui dokumen akhir KTT, negara-negara anggota mengirimkan "pesan-pesan politik penting" untuk membangun perdamaian dan keadilan di dunia.

Dalam dokumen akhir, solidaritas dengan Palestina juga ditekankan.

Tetapi meskipun upaya semua pihak, pertemuan Teheran gagal untuk menyenangkan semua karena beberapa isu global utama tampaknya akan tersisa.

Pada Jumat, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, yang telah berada di Teheran untuk hari pertama KTT yang berlangsung dua hari, menyesalkan bahwa Iran dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) belum mencapai kesepakatan tentang penyelesaian masalah nuklir Iran .

Melalui pernyataan yang dikeluarkan di PBB oleh juru bicaranya Farhan Haq, Ban menekankan "solusi diplomatik dan perundingan" untuk masalah yang berkepanjangan itu.

Pernyataan Ban adalah dalam menanggapi laporan kuartalan terbaru IAEA mengenai program nuklir Iran, yang mengatakan Kamis bahwa Teheran menghambat pemeriksaan pengawas nuklir PBB atas kompleks militer Parchin, satu situs yang mungkin digunakan untuk pengembangan senjata nuklirnya.

Ban meninggalkan Iran pada Jumat setelah menghadiri KTT GNB pada Kamis.

Meskipun Amerika Serikat dan Israel menentang kunjungannya ke Iran untuk pertemuan itu, namun Sekjen PBB mengatakan ia menggunakan "kesempatan partisipasi nya ... untuk menyampaikan keprihatinan yang jelas dan harapan dari masyarakat internasional" pada masalah nuklir Iran.

Pertemuan GNB di Teheran diadakan dalam tiga tahap: persiapan pertemuan pejabat senior pada 26-27 Agustus, pertemuan tingkat menteri pada 28-29 Agustus, dan pertemuan puncak pada 30-31 Agustus.

Perwakilan dari sekitar 120 negara berkumpul di ibu kota Iran untuk membahas tantangan global baru.

Venezuela terpilih menjadi tuan rumah KTT GNB ke-17 pada tahun 2015, sementara dua negara, yakni Republik Azerbaijan dan Fiji, diterima sebagai anggota baru dari organisasi besar itu.

Didirikan di bekas Yugoslavia pada tahun 1961, GNB mencakup hampir dua-pertiga dari anggota PBB dan sekitar 55 persen dari populasi dunia.

(www.bisnis.com)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar