"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" (QS. Al-Hujuraat [49] : ayat 13)

Senin, 14 Oktober 2013

15 Menit Telepon Obama ke Ruhani Yang Mengejutkan Dunia

Dalam artikel yang lalu ( Obama - Ruhani Meeting Yang Menggelisahkan
Para Pemimpin Arab ) saya memprediksi akan terjadi meeting antara
Presiden Amerika dan Iran . Begitu juga kebanyakan para pengamat dan
journalist menyakini . Lebih dari itu The Guardian koran Inggris
minggu lalu berani menyatakan bahwa 96% akan terjadi meeting antara
kedua kepala negara . Tetapi pertemuan dan jabat tangan yang ditunggu
- tunggu itu tidak terwujud.

Pihak Gedung Putih melaporkan bahwa President Hassan Ruhani menghindar
untuk bertemu President Obama yang keduanya berada di dalam gedung
Markas Besar PBB . Tetapi dalam interview dengan TV CNN  Ruhani
menyebutkan bahwa faktor yang menyebabkan tidak terjadi meeting ialah
kurangnya waktu belaka. Menurut hemat saya kurangnya waktu adalah
alasan diplomatik , tetapi Ruhani , yang selalu tersenyum , sengaja
tidak bertemu Obama karena tidak ingin mengirim pesan ke Teheran
khususnya Supreme Leader Sayyid Ali Khomenei bahwa dia terlalu cepat
terbuka dan dekat dengan musuh bebuyutan selama 35 tahun.

KOMPAS pada berita utamanya 29 September 2013 membawa berita yang
diterjemahkan dari AFP dengan topik sensasi "President Hassan Rohani
Dilempar Sepatu di Teheran"! Topik itu mendorong orang untuk membaca
berita tersebut .

Meskipun pada hakikatnya pendukung yang datang menyambut jumlahnya
jauh lebih banyak dari pada yang memprotes dan melempar sepatu dan
telur .

Bahkan Ali Akbar Vellayati , penasehat tinggi Sayyid Ali Khomenie ,
berikut beberapa anggota cabinet ikut datang menyambut.

Politic Barat mengandalkan dua hal fundamental untuk mengamankan
kepentingannya baik nasional atau international , yaitu power dan
rasional. Jika Anda lemah mereka akan menekan dengan segala power
politik , ekonomi , militer dll.

Tapi jika Anda kuat mereka mengajak Anda duduk bernegosiasi . Cocok
sekali dengan pepatah Inggris ,"if you can not defeat them join them
."Jika kamu tidak bisa mengalahkan mereka maka bergabunglah .

Sekali lagi kedua negara yang saling bangga dan percaya diri sangat
tidak ingin kehilangan muka, memberi informasi yang kontradiksi
tentang pembicaraan telepon . Pihak Amerika menegaskan bahwa telepon
tersebut adalah inisiatif dan ide Ruhani. Sementara IRNA sumber berita
resmi Iran melaporkan Rohani mengatakan ketika dalam persiapan pulang
menuju  ke air port John F. Kennedy di New York , Gedung Putih
menelepon seluler Duta Besar Iran untuk PBB ingin berbicara dengan
Presiden Ruhani.

Terjadilah 15 menit pembicaraan telepon kali pertama antara President
Amerika dan Iran sejak tahun 1979. Dua negara yang mempunyai sejarah
permusuhan yang sangat mendalam . Inti pembicaraanya adalah
satu"program nuklir Iran". Karena itu semua media menjadikan 15 menit
telepon sebagai berita utama.

Pemerintah Obama berusaha menghindari perang dengan Iran , karena jika
terjadi, kehancurannya tidak bisa diperkirakan dan pasti akan memberi
dampak negatif ekonomi global , sebab 60% minyak dan gas berada di
Timur Tengah . Pada waktu yang sama President Ruhani berusaha
semaksimal mungkin  supaya semua embargo bilateral , unilateral dan
multilateral yang diberlakukan kepada Teheran segera diangkat. Embargo
itu sangat memukul ekonomi Iran yang hanya tergantung dengan export
minyak mentah dan gas.

Sebelum embargo income negara dari minyak $250 juta per hari , tetapi
setelah embargo menjadi $ 1oo juta per hari. Tahun ini 80 %  nilai
mata uang rial jatuh terhadap dollar . Di samping tidak bisa mengimpor
obat - obat penting.

Dalam 15 menit yang sangat mengejutkan dunia , kedua kepala negara
siap bernegosiasi untuk mencapai agreement dalam waktu sekitar 3 - 6
bulan soal program nuklir dan juga semua issue Timur Tengah . Tentu
jika terjadi detente antara Washington dan Teheran , ini akan membuat
ketegangan antara Amerika dengan Saudi Arabia yang memandang Iran
sebagai rival di Timur Tengah .
Lebih - lebih bagi Israel . Ini merupakan kesempatan emas bagi dua
negara untuk mencapai win - win solution dan agreement yang
comprehensive.

"Ini adalah moment yang luar biasa sekali karena hubungan kembali
dengan Iran akan membuat perombakan politic positif terbesar dalam
international affair sejak Perang Dingin dan normalisasi hubungan
dengan China ."kata Steve Clemons , pakar pengamat di New American
Foundation . Dan dia juga menambahkan , tapi jika US tidak mengambil
kesempatan tersebut , ini akan menjadi kesalahan strategy terbesar
sejak menginfansi Iraq.
Itulah nilai dan martabat suatu negara jika memiliki kekuatan .

Super Power Amerika dan sekutunya mengajak duduk berdialog atas dasar
"mutual respect". Sementara para pemimpin Arab datang ke ibu kota -
ibu kota Barat untuk memuaskan  mereka dengan cara belanja senjata  -
senjata yang tidak pernah digunakan . Semoga negara kita Indonesia
mengunduh sedikit pelajaran dari Bangsa Persia , supaya lebih berharga
dan berwibawa di tingkat international .


Ali London (kompasiana)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar