"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" (QS. Al-Hujuraat [49] : ayat 13)

Senin, 28 Januari 2013

Bertemu Wapres RI, Ayatullah Khamenei Singgung Konflik Syiah-Sunni


Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono, Jumat pagi (31/8) bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei. Dalam pertemuan itu, Boediono didampingi petinggi Kementerian Luar Negeri dan Duta Besar Indonesia untuk Iran, Dian Wirengjurit.

Jumat, 31 Agustus 2012, ini adalah hari terakhir dari kunjungan resmi Wakil Presiden Boediono untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok (GNB) di Tehran. Demikian dilaporkan kantor berita IRNA.


Seraya menyinggung cita-cita utama Gerakan Non-Blok (GNB) dan kapasitas besar yang dimiliki oleh negara-negara anggota, Ayatullah Khamenei mengatakan tujuan utama para pendiri GNB adalah bukan membentuk sebuah organisasi yang bersifat formalitas, tapi mereka ingin menciptakan sebuah gerakan yang efektif dan tujuan itu harus dihidupkan sekarang.

"Negara-negara anggota GNB termasuk Indonesia sebagai salah satu pendiri organisasi itu, harus menjalin kerjasama satu sama lain dan mengaktualisasikan semua kapasitas untuk berpartisipasi aktif dan memainkan perannya dalam isu-isu penting regional dan internasional," ujar Ayatullah Khamenei.

Rahbar menilai pemanfaatan pengalaman dan kemajuan negara-negara anggota GNB sebagai salah satu sektor lain yang dapat dijalankan. "Tentu saja, kemajuan negara-negara independen dan Islam akan mendatangkan musuh dan kita harus mewaspadai skenario dan konspirasi mereka," tambahnya.

Menurut Ayatullah Khamenei, salah satu konspirasi yang berbahaya adalah menciptakan perselisihan dan konflik sektarian, terutama antara Syiah dan Sunni. Ditambahkannya, tindakan seperti itu dilakukan dengan dukungan beberapa kekuatan dan melalui elemen-elemen yang bisa diperalat dan contoh saat ini ada di di Afghanistan dan Pakistan.

"Al Qaeda dan Taliban muncul dengan dukungan para sekutu Amerika Serikat di kawasan dan AS juga dengan alasan memerangi mereka, telah membombardir negara-negara seperti Afghanistan dan Pakistan, namun tujuan utama Washington adalah mendominasi negara-negara itu," jelas Rahbar.

Seraya meminta kewaspadaan atas terjadinya konspirasi berbahaya berupa perang etnis dan sekte di Indonesia, Mesir dan Libya, Ayatullah Khamenei menegaskan pentingnya kerjasama lebih erat antara negara-negara Islam.

Dalam pertemuan itu, Wapres Boediono seraya menyatakan kepuasan dikarenakan Iran telah menggelar KTT GNB dengan sangat baik, mengatakan peluang kerjasama ekonomi antara Jakarta dan Tehran sangat besar.

"Berdasarkan pembicaraan yang sudah dilakukan di Tehran, kedua pihak memutuskan bahwa sektor swasta dan para pengusaha dari kedua negara harus lebih aktif dan mengkaji jalan memperluas kerjasama ekonomi," jelas Wapres.

Wapres juga menilai penting kapasitas negara-negara anggota GNB untuk meningkatkan peran dan pengaruhnya dalam isu-isu global.

Berbicara tentang keragaman etnis dan agama di Indonesia, Wapres menuturkan, pemerintah senantiasa berusaha untuk menciptakan atmosfir yang baik bagi kehidupan damai dan persatuan berbagai suku bangsa dan agama di Indonesia.

Seraya menyatakan penguasaannya di bidang ekonomi, Wapres menandaskan, "Saya telah mempelajari pandangan-pandangan yang mulia (Rahbar) terkait konsep Ekonomi Muqawama dan pandangan itu sangat menarik dan baru." 

(IRIB Indonesia/RM/RA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar