"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" (QS. Al-Hujuraat [49] : ayat 13)

Senin, 12 November 2012

Dua Jet Tempur Iran Tembak Drone AS di Atas Teluk Persia


Aksi main-main pesawat tak berawak milik Amerika Serikat (AS), direspons keras oleh angkatan udara Iran. Sebanyak dua jet tempur jenis Sukhoi SU-25 Iran menembaki drone AS jenis MQ-1 Predator di atas Teluk Persia, beberapa hari menjelang Pemilihan Presiden AS.


Usai Pilpres digelar, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) merilis laporan disertai bukti berupa rekaman video dari pesawat tak berawak itu yang memperlihatkan dua jet tempur Iran menembaki pesawat tanpa awak Amerika.


Dilansir Fars News, Jumat (09/11/2012), Pentagon mengklaim, dua jet tempur Iran itu menembak pesawat tanpa awak milik Amerika Serikat yang terbang di Teluk Persia. Pentagon dalam pembelaannya mengklaim bahwa pesawat tanpa awak miliknya saat itu tengah terbang di perairan internasional di atas Teluk Persia.

Sementara, dilansir CNN, mengutip seorang petinggi AS, mengklaim bahwa pesawat tanpa awak ini tengah terbang di atas zona internasional Kuwait serta tengah melakukan patroli harian.
Petinggi militer AS itu menegaskan,kedua jet tempur Sukhoi SU-25 tersebut milik pasukan Pasdaran Iran. Namun, hal itu langsung ditentang oleh Brigjen Farzad Esmaili, Panglima Pangkalan Anti-Udara Khatamul Anbiya Iran, yang menyebut bagaimana mereka mengetahui jika kedua jet tempur Sukhoi itu milik Pasukan Garda Revolusi Iran (Pasdaran).

“Sukhoi dimiliki oleh Angkatan Udara Iran dan Angkatan Udara Pasdaran. Darimana mereka bisa tahu kalau itu milik Pasdaran, apa ciri-cirinya,” sindir Farzad, dilansir Irib News.

Insiden di atas langit Teluk Persia itu oleh Pemerintah Barack Obama sengaja tidak dibongkar dengan alasan bisa mengacaukan strategi kampanye Presiden Barack Obama. Namun, usai Obama dinyatakan terpilih lagi, insiden itu langsung dibuka oleh petinggi Pentagon.

(lensaidonesia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar