"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" (QS. Al-Hujuraat [49] : ayat 13)

Jumat, 09 November 2012

Ahmadinejad: Demokrasi Tidak Bisa Ditegakkan dengan Laras Senjata!


Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad menjelaskan bahwa demokrasi hakiki tidak dapat ditegakkan kecuali di bawah naungan komitmen bersama untuk mewujudkan keadilan, kemurnian dan kebebasan, seraya menyatakan, "Demokrasi tidak mungkin akan terwujud dengan laras senapan dan dengan berbagai pemaksaan."




IRNA (8/11) melaporkan, dalam pidatonya di Forum Demokrasi Bali kelima menyatakan, "Sekarang demokrasi sebagai produk terbaru manusia menjadi metode yang dapat digunakan menuju kepemimpinan yang saleh."


Ahmadinejad menambahkan bahwa demokrasi sedemikian atraktif sehingga sebagian orang memandangnya sebagai puncak keberhasilan umat manusia.

"Demokrasi telah membangkitkan banyak harapan dan telah digulirkan banyak perjuangan untuk menjelaskan dan menegakkan demokrasi di dunia," katanya.

Presiden Iran mengemukakan pernyataan, "Akan tetapi apakah masalah yang dihadapi masyarakat dunia terselesaikan dan apakah kebahagiaan yang diacu, bahkan di negara-negara pengklaim sebagai pionir demokrasi, telah tercapai?"

"Dalam pemerintahan demokrasi sejati, para penguasa harus komitmen kepada rakyatnya dalam menegakkan keadilan, kesucian dan kebebasan, serta mengerahkan seluruh kapasitas bangsa untuk merealisasikan tujuan tersebut.

Di bagian lain pernyataannya, Ahmadinejad menyinggung penjajahan terhadap bumi Palestina, penelantaran serta penangkapan warga tak berdosa Palestina, dan menilainya sebagai contoh nyata kolonialisme dan penindasan hak asasi manusia di dunia modern.

"Invasi militer dan pembunuhan di Irak, Afghanistan dan Pakistan, serta pencekikan, penumpasan dan pelanggaran meluas kebebasan dan hak asasi manusia, terorisme, pembangunan pangkalan militer dan intelijen negara-negara adidaya, serta perampokan sistematis terhadap bangsa-bangsa dan keterbelakangan yang dipaksakan terhadap mereka, juga termasuk di antara metode neo-kolonialisme dan pelanggaran hak bangsa-bangsa," jelasnya.

Lebih lanjut Ahmadinejad menegaskan, "Dewasa ini, pengembangan senjata yang lebih berbahaya dari bom atom dan praktik ancaman nyata terhadap bangsa-bangsa terus berlanjut dan ini termasuk dalam penindasan atas hak-hak manusia."

Dalam Forum Demokrasi Bali, Ahmadinejad kembali menekankan pentingnya reformasi sistem internasional dan mengatakan, "Metode kepemimpinan harus direvisi dan peran rakyat di bidang kemasyarakatan harus ditingkatkan."

Ahmadinejad juga menekankan kembali pentingnya restrukturisasi Dewan Keamanan PBB dan lembaga-lembaga afiliasinya yang akan menguntungkan masyarakat dunia serta partisipasi seluruh negara dalam manajemen global.

(IRIB Indonesia/MZ/RM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar