"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" (QS. Al-Hujuraat [49] : ayat 13)

Rabu, 31 Juli 2013

Ramadhan Bersama Relawan RSI di Jalur Gaza

Konflik yang tengah terjadi di Mesir dengan segala kepahitannya bagi
umat Islam, ternyata membawa bagi pembangunan Rumah Sakit Indonesia
(RSI) di Jalur Gaza. Krisis beberapa bahan bangunan seperti semen
yang saat ini sangat langka, krisis gas, bensin dan solar. Bahkan
hampir- hampir beras pun sangat sulit didapat.

Ir. Edy Wahyudi, relawan RSI di Jalur Gaza melaporkan, bahan bangunan
berupa semen sangatlah vital dalam suatu proyek khususnya pembangunan
RSI ini. Masuknya semen dari Mesir sangatlah terbatas melalui jalur
normal. Kecil kemungkinan untuk mendapatkannya seperti
sebelum-sebelumnya.

Terowongan-terowongan yang biasa warga Jalur Gaza gunakan sebagai
wasilah atau jalan alternatif untuk memenuhikebutuhan hidup warga,
kini dihancurkan militer Mesir, pasca kudeta Presiden Mursi, seperti
rilis MER-C kepada Kantor BeritaIslam MINA (Mi'raj News Agency), Kamis
(18/7).

Dampaknya, menurut Edy, pekerjaan lanjutan pembangunan agak sedikit
tersendat karena kelangkaan semen.
Bukan kelangkaan karena dibatasi untuk masuknya semen ke Jalur Gaza.
Tetapi juga harga dinaikkan berkali lipat. Yang semula harga semen
sebesar 400 shekel kini menjadi 1000 shekel, tambahnya.

Namun demikian, jenis pekerjaan tetap berjalan, mulai mekanikal
elektrikal (ME), pengecatan, pemasangan dinding batu alam (hajar
quds), perataan jalan dan halaman RSI, pagardinding, main entrance dan
granolitik.


Kegiatan Ramadhan

Sejumlah 33 relawan dari Indonesia di RSI Gaza, dalam bulan Ramadhan
ini mengubah jadwal kerja mereka. Berdasarkan kesepakatan bersama
diputuskan bahwa waktu kerja para relawan selama bulan Ramadhan ini
ialah mulai ba'da shubuh jam 05.00 hingga menjelang Dzuhur jam 12.30
dengan sekali istirahat untuk shalat Dhuha pada jam 09.00 hingga
setengah jam ke depan.

Tersisa waktu sekitar 45 menit dari selesainya waktu kerja menjelang
Ddzuhur, para relawan menggunakannya untuk beristirahat sejenak
kemudian mandi untuk persiapan shalat Dzuhur di masjid.
Setelah shalat Dzuhur para relawan menggunakan waktu mereka dengan
bertadarrus Al-qur'an di masjid dan ada pula yang di RSI. Diantara
mereka yang menetap di masjid dari shalat Dzuhur hingga menjelang buka
puasa dengan bertadarrus Al-Qur'an diselingi dengan istirahat sejenak,
kata Koordinator Relawan, Edy Wahyudi.

Ia mengatakan, pada bulan Ramadhan seluruh masjid di Jalur Gaza tidak
ada jeda waktu setelah adzan Maghrib dan setelah adzan Isya. Iqamah
langsung dikumandangkan oleh mu'adzin setelah adzan.
"Kami harus berangkat ke masjid jauh sebelum waktu adzan maghrib
dikumandangkan," papar Edy.
Usai menunaikan shalat maghrib para relawan langsung kembali ke RSI
untuk makan malam bersama. Setelah makan malam dilanjutkan dengan
tadarrus Al-Quran hingga shalat Isya.

Adapun shalat tarawih, dilaksanakan berjamaah. Sebagian relawan
melakukannya dengan safari keliling shalat Tarawih, yaitu
berpindah-pindah masjid setiap harinya.

Sebagian lain memilih shalat tarawih berjamaah di Basement RSI yang
dimulai sekitar pukul 2 dini hari waktu Gaza dengan bacaan murottal
Al-Qur'an 1 juz setiap malamnya, diimami Reza Adilla Kurniawan, salah
satu relawan RSI yang hafal 30 juz Al Qur'an asal Pesantren Al Fatah
Bogor.
"Alhamdulillah kami tetap terus bersemangat walau puasa tetap
mengerjakan amanah pembangunan rumah sakit untuk keperluan warga
setempat nantinya," ujar Edy Wahyudi.

Dukungan berupa doa dan lainnya masih sangat diharapkan oleh relawan
RSI untuk kelancaran pembangunan RSI demi terjalinnya hubungan
silaturahim jangka panjang antara warga Indonesia dan warga Palestina.

Bagi masyarakat Indonesia yang ingin memberikan shadaqah donasinya
untuk Program Pembangunan RS Indonesia di Gaza, Palestina dapat
mengirimkan melalui : BCA, No. Rek. 686.0153.678, a/n. Medical
Emergency Rescue Committee atau BSM, No. Rek. 700.1352.061, a/n.
Medical Emergency Rescue Committee atau BNI Syariah, No. Rek.
0811192973, a/n. Medical Emergency Rescue Committee.

(mirajnews.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar