"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" (QS. Al-Hujuraat [49] : ayat 13)

Jumat, 12 Oktober 2012

AS Kembangkan 3 Virus Komputer untuk Aksi Spionase


Peneliti telah mengindikasikan bahwa Amerika Serikat mengembangkan tiga varian virus yang tidak diketahui untuk digunakan dalam menjalankan aksi spionase atau perang cyber.


Dilansir dari Reuters, Rabu (19/9/2012), temuan cenderung memperkuat pandangan bahwa pemerintah AS menggunakan teknologi dunia maya, yang diketahui sebelumnya digunakan untuk sejumlah kepentingan di Timur Tengah.
Seperti diketahui, AS menggunakan Stux
net Trojan untuk menyerang program nuklir Iran pada 2010 dan senjata cyber canggih, Flame yang ditemukan pada Mei lalu.

Perusahaan pembuat antivirus, Symentec Corp AS dan Kaspersky Lab Rusia mengungkapkan bahwa mereka menemukan bukti bahwa operator Flame juga mengerjakan tiga varian virus yang saat ini belum ditemukan.

Symantec melakukan analisi secara terpisah, namun menolak mengomentari dalang di baling virus Flame. Namun, saat ini mantan pejabat kemanan nasional Western mengatakan kepada Routers bahwa AS memainkan peran dalam menciptakan Flame. Selain itu The Washington Post pun melaporkan bahwa Israel juga terlibat.

Sumber dari mantan orang dalam pemerintahan juga mengatakan, AS berada di belakang Stuxnet. Kaspersky dan Symantec mengaitkan Stuxnet ke Flame pada Juni, dan mengatakan bahwa bagian program dari Flame hamper identik dengan kode yang ditemukan pada 2009 (Stuxnet).

"Untuk saat ini kedua perusahaan mengetahui sedikit mengenai virus baru yang teridentifikasi, kecuali salah satu virus yang saat ini digunakan di Timur Tengah. Mereka tidak yakin apakah malware tersebut di desai untuk itu," kata Director of Kaspersky Lab's Global Research and Analysis Team Costin Raiu.

Analisis terbaru mengatakan, virus Flame diyakini menjadi bagian dari upaya perang cyber terhadap Iran yang dikembangkan pada 2006 di mana operator virus itu setidaknya membuat tiga malware terbaru.

Dengan demikian, laporan terbaru itu menunjukan upaya untuk mengembangkan Flame dan santer dikaitkan dengan bagian dari upaya AS-Israel dalam merespon program nuklir yang dikembangkan Iran. 

(okezone.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar