"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" (QS. Al-Hujuraat [49] : ayat 13)

Sabtu, 22 September 2012

Kunjungan Ulama Sunni Iran ke MUI


Menurut Kantor Berita ABNA, kunjungan Imam Besar Sunni Iran Maulana Maulawi Madani ke MUI di kantor MUI Pusat Jl. Proklamasi, Jakarta, Senin(20/2) adalah sebuah kehormatan dan sudah sepantasnya diapresiasi dimana Indonesia sebagai negeri dengan penduduk Muslim terbesar dunia sangat startegis dan diharapkan bisa menjadi teladan bagi sebuah toleransi dan keberagaman masyarakatnya.


Syekh Maulana Maulawi Madani, Grand Imam Sunni di Iran datang ke Indonesia atas fasilitasi Kedubes Iran di Indonesia. Ia datang dengan didampingi Muhammad Hasan Tarrabain, Ketua Lembaga Dunia Pendekatan Antar Mazhab. Kedatangan Grand Imam Sunni yang diutus pemerintah Iran ini, untuk menyampaikan keadaan Ahlus sunnah di Iran yang menurut mereka tidak seperti yang dibayangkan selama ini.

Dengan meningkatnya pemberitaan negatif tentang Iran yang semua sumbernya adalah fitnah dan dusta akan sangat membahayakan bagi keharmonisan Muslim Indonesia yang terkenal sangat santun dan toleran karena diperkirakan tidak kurang 3 juta pemeluk mazhab Syiah di Indonesia. Barat dan Zionis sangat berkepentingan dalam mengusai negeri-negeri Muslim dan mereka hanya punya satu cara untuk melemahkan Islam yaitu dengan menciptakan konflik antara mazhab. Iran sebagai negeri Muslim yang mandiri dan maju dalam segala bidang tak kan pernah tunduk dengan kekuatan asing manapun dan satu-satunya cara agar Iran diisolasi dari negara-negara Islam dengan menyudutkan Syiah.menyudutkan mazhab dan memproduksi fitnah dan adu-domba telah mereka lakukan melalui tangan-tangan sebagian kaum muslimin yang fanatik yaitu kelompok takfir lintas mazhab.

Selama ini dikatakan tak ada Mesjid Sunni di Iran, tetapi coba kita lihat faktanya, Tidak Ada Satupun Mesjid Ahlus Sunnah di Teheran, Benarkah?

Di kawasan yang mayoritas Sunni, mereka mendirikan masjid dan mendapat izin untuk melakukan ritual-ritual keagamaan mereka secara terbuka dan bebas. Bahkan, dii Teheran sendiri, terdapat 9 buah mesjid yang dikelola khusus oleh jamaah Ahlus Sunnah. Masjid-masjid tersebut menjadi sangat ramai khususnya di bulan Ramadhan, dan pengikut Ahlus Sunnah menjadikannya sebagai tempat shalat tarawih berjamaah.

Berikut daftar nama-nama mesjid yang didirikan jamaah Ahlus Sunnah di Teheran,

1. Masjid Sodiqiyah, Falake 2 Sodiqiyah.
2. Masjid Tehran Fars, jalan Delavaran
3. Masjid Syahr Quds, KM 20 jalan Qadim
4. Masjid Khalij Fars, Bozorkroh Fath
5. Masjid an-Nabi, Syahrak Donesh
6.MasjidHaftjub,jalanMullarad
7. Masjid Vahidiyeh, Syahriyar
8. Masjid Nasim Syahr, Akbarabad
9. Masjid Reza Abad, Simpang 3 jalan Syahriyar

Di Iran juga bertebaran sekolah-sekolah milik Ahlus-Sunnah. Kelompok Ahlus Sunnah juga mendapat perwakilan di Parlemen.
Dalam Silaturahmi Imam Besar Ahlussunnah Iran di MUI dihadiri banyak tokoh dan kalangan. Acara yang berlangsung tepat pukul 1 siang ini menghadirkan sejumlah ulama dan tokoh seperti Prof. Ahmad Satori Ismail, KH. Tengku Zulkarnaen, KH. Hamdan Rasyid, KH. Syaifuddin Amsir, Ustadz Muhammad Al Khathatath, dan lain sebagainya. Tak ketinggalan juga beberapa nama dari kelompok anti-Syiah hadir dan yang menarik perhatian adalah Farid Ahmad Okbah.

Ketika diskusi sedang berlangsung, Farid pun sempat menunjukkan data-data kepada Imam Maulawi buku seorang ulama Syiah Iran yang menjadi sunni dan mengalami penindasan di sana. Salah satu ulama Syiah yang masuk menjadi sunni dan mendapat tekanan, menurutnya, yaitu Ayatullah Udzma Burqui . Tahukah Farid bahwa yang namanya Ayatullah Burqui dan Sayid Husein Musawi -- penulis buku Mengapa Saya Keluar dari Syiah itu adalah tokoh fiktif dan bukunya yang penuh kebohongan? Tahukah Farid bahwa bantahan buku itu telah terbit dengan judul Demi Allah Junjunglah Kebenaran?.

Di Mesir Ahlussunah pengikut mazhab Syafii hidup rukun dengan Muslim Syiah bahkan Mufti Mesir Syaikh Ali Jumah mengatakan Sejarah Mesir adalah sejarah damai antara Sunnah dan Syiah, di Iraq ratusan tahun Sunnah dan Syiah hidup damai .

Syekh Ahmad Deedat, Kristolog masyhur yang juga seorang ulama Ahlussunnah pernah menyatakan:

Saya katakan kenapa Anda tidak bisa menerima ikhwan Syiah sebagai mazhab kelima? Hal yang mengherankan adalah mereka mengatakan kepada Anda ingin bersatu. Mereka tidak mengatakan tentang menjadi Syiah. Mereka berteriak Tidak ada suni atau Syiah, hanya ada satu, Islam. Tapi kita mengatakan kepada mereka Tidak, Anda berbeda. Anda Syiah. Sikap seperti ini adalah penyakit dari setan yang ingin memecah belah. Bisakah Anda membayangkan, kita suni adalah 90% dari muslim dunia dan 10%-nya adalah Syiah yang ingin menjadi saudara seiman, tapi yang 90% ketakutan. Saya tidak mengerti mengapa Anda yang 90% menjadi ketakutan. Mereka (Syiah) yang seharusnya ketakutan.
Saudaraku semua! Musuh-musuh kita tidak membedakan Sunni dan Syiah. Mereka hanya mau menghancurkan Islam sebagai sebuah ideologi dunia. Oleh karena itu, segala kerja sama dan langkah demi menciptakan perbedaan dan pertentangan antara muslimin dengan tema Syiah dan Sunni berarti bekerja sama dengan kufr dan memusuhi Islam dan kaum muslimin. Berdasarkan hal ini, fatwa Imam Khomeini adalah Pertentangan adalah haram dan pertentangan harus dihapuskan.

Semoga Ukhuwah Islamiyah tetap dan terus terjalin

(abna.ir)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar