"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" (QS. Al-Hujuraat [49] : ayat 13)

Senin, 23 Juli 2012

RI Sudah Kembangkan Nuklir Sejak Akhir 1960-an


Nuklir, ditelinga banyak orang mungkin identik dengan benda yang mengerikan. Benar, ledakan dan radiasi yang ditimbulkan benda ini bahkan bisa memunahkan umat manusia di muka bumi. 
Tercatat, bom atom yang meluluh lantahkan kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang oleh militer Amerika Serikat (AS) pada Perang Dunia II adalah salah satu dampak yang ditimbulkan dari ledakan nuklir.

Namun, siapa sangka, nuklir ternyata juga bernilai positif dan bisa bermanfaat memenuhi kebutuhan masyarakat dunia seperti di bidang pangan, kesehatan dan kelistrikan.

"Publik kalau mendengar soal nuklir pasti selalu berpikir negatif, seperti bom atom di Hiroshima misalnya. Tetapi perlu diingat, bahwa Indonesia sudah mempunyai reaktor nuklir sejak tahun 1964 di Bandung," kata Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Hudi Hastowo saat berkunjung ke redaksi okezone, Jumat (18/11/2011).
Hudi menuturkan, pengembangan teknologi nuklir pertama kali diterapkan salah satunya di bidang kesehatan untuk keperluan pengobatan.

"RS Hasan Sadikin adalah RS pertama yang mengembangkan teknologi nuklir kedokteran. Sejak tahun 1960an akhir, 1968 sudah ada pengobatan nuklir di Bandung, ini perlu kita refresh Iptek nuklir di Indonesia dimanfaatkan untuk berbagai keperluan," terang Hudi.

Pengembangan Iptek nuklir di bidang kesehatan yakni perangkat teknologi nuklir serta teknologi produksi radioisotop dan radiofarmaka untuk penanggulangan penyakit kanker dan infeksi bakteri, dan berbagai fungsi organ vital.

"Sudah banyak dilakukan tapi sedikit diketahui, oleh karenanya kita ingin sharing. Kita banyak masalah terkait pangan, energi, kelangkaan air, kesehatan dan industri, semua aspek ada pemanfaatan nuklir, cuma masyarakat banyak yang belum tahu," katanya.

Selain di bidang kesehatan, nuklir juga dapat berguna di bidang pertanian dan peternakan. Pengembangan teknologi nuklir di bidang pertanian di antaranya pengembangan varietas unggul tanaman pangan, suplemen makanan ternak, diagnosis hormonal untuk reproduksi ternak serta ketersediaan sumber energi alternatif melalui pemuliaan tanaman jarak, termasuk juga teknologi pemupukan. 
"Yang semula masyarakat takut akan nuklir diharapkan kini menjadi mengerti, kemudian menerima nuklir dalam sudut pandang yang positif," sambungnya.

"BATAN sebagai lembaga non Kementerian, saya bertanggung jawab kepada presiden, bertanggungjawab terhadap penelitian Iptek nuklir untuk masyarakat Indonesia. Mencari solusi problem bagi masyarakat Indonesia," tutupnya.

Sekadar diketahui, sejarah nuklir Indonesia berawal pada 16 November 1964. Saat itu para ilmuwan pribumi, yang dipimpin oleh Ir. Djali Ahimsa sukses menuntaskan criticality-experiment terhadap reaktor nuklir pertama Triga Mark II di Bandung.

Selanjutnya, pada 20 Februari 1964 reaktor nuklir pertama milik Indonesia dengan daya 250 KW diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia kala itu, Ir.Soekarno. Reaktor ini kemudian digunakan untuk keperluan pelatihan, riset, produksi radio isotop.

(blognuklir.wordpress.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar