"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" (QS. Al-Hujuraat [49] : ayat 13)

Jumat, 20 Juli 2012

Kerjasama Pengembangan Sel Punca Iran-FKUI/RSCM

Iran termasuk maju dalam pengembangan sel punca. Faktor yang mendorong pengembangan sel punca di Iran adalah komitmen pemerintah, dukungan agamawan serta tenaga SDM serta fasilitas laboratorium yang memadai. Komitmen pemerintah terwujud karena pemerintah Irantelah memutuskan untuk mendukung penuh pengembangan sains termasuk pengembangan sel punca. Pemerintah Iran menyediakan dana yang besar untuk mendorong penelitian sel punca.

Tenaga SDM dikirim ke berbagai pusat penelitian untuk memperoleh ketrampilan yang diperlukan. Iran mempunyai tempat penyimpanan sel punca publik yang besar yang diresmikan oleh Ayatullah Ali Khameni. Hal ini menunjukkan betapa kaum ulama mendukung program sel punca Iran. Bahkan riset di bidang sel punca embrio juga ramai dilakukan karena riset embrio diperkenankan jika embrio belum berumur 40 hari. 
Pencapaian riset sel punca Iran dimasyarakatkan setiap tahun melalui pertemuan ilmiah tahunan sel punca yang berskala internasional di Iran. Dr Ismail SpOT pernah menghadiri pertemuan tersebut tahun lalu dan peserta yang hadir datang dari berbagai negara termasuk Eropa dan Amerika Serikat.

Pada tanggal 13 sampai 15 Oktober 2009 rombongan ristek dari Iran berkunjung ke tempat kami (Unit Pelayanan Terpadu Sel Punca RSCM-FKUI). Apa yang dapat kita raih jika bekerjasama dengan Iran? Kita dapat meniru peran agamawan di Iran dalam mendorong riset sel punca di Indonesia. Kita juga dapat melakukan pertukaran tenaga trampil, ilmuwan bahkan mengirim kandidat untuk pendidikan MS dan PhD. Kita dapat belajar bagaimana mengembangkan sel punca dalam lingkungan yang lebih kurang sama dengan negara kita. Kita bahkan juga dapat melakukan penelitian bersama dan mengembangkan program produksi bersama. Rombongan juga sempat meninjau pembangunan MCU II yang direncanakan untuk unit produksi sel punca. 

Sambil menanti kabinet baru (mudah mudahan dengan kebijakan yang lebih mendorong program riset sel punca) kita berharap kerjasama dengan berbagai pihak dapat meningkatkan pengembangan sel punca di Indonesia.       

(www.selpunca.org)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar